Memahami Yield Obligasi dan Dampaknya pada Investasi

Yield obligasi adalah tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh suatu obligasi. Yield ini mengacu pada persentase dari nilai nominal obligasi yang diperoleh investor dalam bentuk bunga dan kenaikan nilai obligasi yang terjadi selama masa investasi.

Yield obligasi juga dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat risiko suatu obligasi dan membandingkan kinerja investasi antara beberapa obligasi yang berbeda.

Semakin tinggi yield suatu obligasi, semakin besar pula risiko yang harus diambil oleh investor untuk memperoleh pengembalian yang lebih tinggi.

Perbedaan antara Tingkat Bunga dan Yield Obligasi

Tingkat bunga dan yield obligasi adalah dua konsep yang seringkali digunakan dalam investasi obligasi. Meskipun keduanya terkait dengan pengembalian investasi dari obligasi, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Tingkat bunga adalah suku bunga yang ditawarkan oleh penerbit obligasi kepada investor. Tingkat bunga ini biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai nominal obligasi, dan merupakan jumlah bunga yang akan dibayarkan kepada investor setiap tahunnya. Misalnya, jika sebuah obligasi memiliki tingkat bunga sebesar 5% dan nilai nominal sebesar $1.000, maka investor akan menerima bunga sebesar $50 setiap tahunnya.

Sementara itu, yield obligasi adalah pengembalian aktual yang akan diperoleh investor dari investasi di obligasi. Yield obligasi dinyatakan dalam bentuk persentase, dan mencakup tidak hanya tingkat bunga tetapi juga perubahan harga obligasi di pasar sekunder. Yield obligasi biasanya lebih kompleks untuk dihitung dibandingkan dengan tingkat bunga, karena melibatkan faktor-faktor seperti jatuh tempo obligasi, harga pasar saat ini, dan risiko kredit penerbit obligasi.

Dalam praktiknya, yield obligasi seringkali lebih relevan bagi investor daripada tingkat bunga, karena yield obligasi mencerminkan pengembalian aktual dari investasi di obligasi. Namun, tingkat bunga tetap penting untuk dipahami karena dapat mempengaruhi harga pasar obligasi dan juga memberikan gambaran tentang seberapa besar bunga yang akan diterima investor selama umur obligasi.

Jenis-jenis Yield Obligasi

Berikut adalah jenis-jenis yield obligasi:

A. Yield to Maturity (YTM) Yield to Maturity adalah tingkat pengembalian total yang akan diperoleh investor jika obligasi dipegang hingga jatuh tempo. YTM mencakup bunga dan seluruh kenaikan harga obligasi selama masa investasi.

B. Current Yield Current Yield adalah perbandingan antara kupon tahunan dengan harga pasar saat ini dari obligasi. Current Yield tidak memperhitungkan kenaikan harga obligasi selama masa investasi dan hanya mengacu pada pembayaran bunga tahunan yang dihasilkan.

C. Yield to Call (YTC) Yield to Call adalah tingkat pengembalian yang akan diperoleh investor jika obligasi dipanggil (dicabut) oleh penerbit sebelum jatuh tempo. YTC memperhitungkan seluruh pembayaran bunga yang akan diterima investor hingga tanggal panggilan dan pembayaran pokok kembali pada tanggal panggilan.

D. Yield to Worst (YTW) Yield to Worst adalah tingkat pengembalian terendah yang mungkin diterima investor jika terjadi situasi yang merugikan, seperti obligasi diambilalih oleh pihak lain atau terjadi pembayaran kembali yang lebih awal dari tanggal jatuh tempo.

E. Yield Spread Yield Spread adalah perbedaan antara yield obligasi tertentu dengan yield dari obligasi sejenis yang dianggap aman, seperti obligasi pemerintah. Yield Spread digunakan untuk menilai risiko kredit dari obligasi tersebut. Semakin besar Yield Spread, semakin besar risiko kredit dari obligasi tersebut.

Cara Menghitung Yield Obligasi

Cara menghitung yield obligasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

A. Menggunakan Rumus Yield to Maturity

Rumus yield to maturity (YTM) dapat dihitung dengan menggunakan formula berikut:

YTM = [(C + (F-P)/n) / ((F+P)/2)] – 1

Keterangan: C = Kupon obligasi yang diterima setiap tahun F = Nilai nominal obligasi atau nilai wajib bayar pada saat jatuh tempo P = Harga pasar obligasi saat ini n = Jangka waktu obligasi (dalam tahun)

Contoh: Sebuah obligasi dengan nilai nominal Rp 1.000.000, kupon 10% per tahun, jatuh tempo 5 tahun dan harga pasar saat ini Rp 950.000. Maka, yield to maturity obligasi tersebut dapat dihitung sebagai berikut:

YTM = [(C + (F-P)/n) / ((F+P)/2)] – 1 = [(100.000 + (1.000.000 – 950.000)/5) / ((1.000.000+950.000)/2)] – 1 = 0,1168 atau sekitar 11,68%

B. Menggunakan Kalkulator Online

Selain itu, kita juga dapat menggunakan kalkulator online yang tersedia di internet untuk menghitung yield obligasi. Caranya cukup mudah, cukup memasukkan nilai-nilai seperti nilai nominal, kupon, harga pasar, dan jangka waktu obligasi pada kolom yang telah disediakan pada kalkulator online tersebut, lalu hasil yield obligasi akan muncul secara otomatis.

Kesimpulan

Yield obligasi merujuk pada tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh sebuah obligasi. Yield obligasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus tertentu yang memperhitungkan nilai nominal, harga beli atau jual, dan jangka waktu obligasi tersebut.

Dalam praktiknya, yield obligasi seringkali digunakan oleh investor sebagai indikator potensi keuntungan atau kerugian yang mungkin diperoleh dari investasi di obligasi tersebut. Semakin tinggi yield obligasi, semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh, namun juga semakin besar risiko kerugian.

Dalam beberapa kasus, yield obligasi juga digunakan sebagai indikator kesehatan ekonomi suatu negara atau perusahaan. Yield obligasi yang tinggi dapat menunjukkan kekhawatiran pasar terhadap risiko kredit atau inflasi yang tinggi, sedangkan yield obligasi yang rendah dapat menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kesehatan ekonomi yang stabil.

Leave a Reply